Bank Perkreditan Rakyat adalah
Publikasi tanggal October 9, 2013 di Artikel & Tips, FAQ, Slide

bprsaudara logo
BPR
adalah singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat, yaitu Lembaga Keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan
, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalrkan dana sebagai usaha BPR. Keunggulan dari BPR adalah lokasinya yang berdekatan dengan tempat masyarakat yang membutuhkan. BPR disusun berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Indonesia.

Usaha yang dilakukan BPR
– menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
– memberikan kredit
– menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah
– menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR apabila BPR mengalami over liquidity atau kelebihan likuiditas.

Usaha yang tidak boleh dilakukan BPR
– menerima simpanan berupa giro
– melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing
– melakukan penyertaan modal dengan prinsip kehati-hatian perbankan dan fokus terhadap layanan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.
– melakukan usaha perasuransian
– melakukan usaha lain diluar kegiatan usaha sebagaimana yang dimaksud dalam usaha BPR

Dalam memberikan kredit, BPR wajib :
– mempunyai keyakinan atas kemampuan debitur untuk melunasi utangnya sesuai perjanjian.

– memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit (BMPK), pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada peminjam atau sekelompok peminjam yang terkait, termasuk kepada perusahaan-perusahaan dalam kelompok yang sama dengan BPR tersebut. Batas maksimum tersebut tidak melebihi 30 % dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

– memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai BMPK, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dilakukan oleh BPR kepada pemegang saham ( dan keluarga ) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris ( dan keluarga ), anggota direksi ( dan keluarga ), pejabat BPR lainnya, serta perusahaan-perusahaan yang didalamnya terdapat kepentingan pihak pemegang saham ( dan keluarga) yang memliki 10 % atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris ( dan keluarga), anggota direksi ( dan keluarga), pejabat BPRlainnya. Batas maksimum tersebut tidak melebihi 10% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

Tinggalkan komentar Anda