Kesalahan Pemakaian Uang dan Cara Mengatasinya
Publikasi tanggal July 31, 2015 di Artikel & Tips, Slide

2

Liburan yang bertujuan menyegarkan pikiran ternyata bisa berbalik membuat stress. Biasanya hal ini terjadi karena pengeluaran liburan membengkak dan menyebabkan timbulnya utang kartu kredit.

Ada 6 kesalahan umum yang biasa dilakukan orang saat liburan yang menyebabkan uang keluar bagaikan air mengalir. Apa saja dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia uraiannya!

1.Tidak Punya Anggaran

Kebanyakan orang tidak membuat anggaran khusus untuk liburan. Hal ini merupakan kesalahan besar. Tanpa adanya anggaran, Anda akan menghabiskan uang lebih dari seharusnya.

Sebelum berlibur, buatlah sebuah anggaran khusus. Tuliskan secara detail biaya apa saja yang harus dikeluarkan. Jangan hanya menghitung biaya tiket dan akomodasi. Perhitungkan juga biaya makan sehari-hari serta biaya belanja dan oleh-oleh (penting!).

2.Belanja Impulsif

Menahan dorongan belanja secara impulsif bukanlah perkara mudah, apalagi jika pusat perbelanjaan sedang mengadakan diskon besar-besaran atau teman Anda mengenakan sesuatu yang memang sudah jadi incaran.

Kami berikan 2 trik untuk mengatasinya :

3. Menggunakan Kartu Kredit Secara Berlebihan

Memiliki kartu kredit bisa sangat berguna – tetapi hanya jika digunakan secara bijak. Misalnya, memanfaatkan fasilitas diskon atau cashback dari berbagai merchant atau toko.

Ingatlah bahwa kartu kredit bukanlah kartu utang! Jadi kalau digunakan, pastikan dana untuk membayar tagihan kartu kredit sudah ada sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak terkena bunga atau denda.

Cara mengatasi kesalahan ini, batasi penggunaan kartu kredit untuk hal-hal penting, misalnya belanja bulanan, membayar listrik, atau membeli bensin. Untuk pengeluaran sisanya, gunakan uang tunai untuk membayarnya

4. Tidak Ada Alokasi Dana Senang-Senang

Saat liburan, Anda dan keluarga akan menghabiskan lebih banyak waktu serta uang untuk bersenang-senang. Entah makan bersama di restoran, nonton bioskop, atau piknik di taman kota.

Jika tidak ada alokasi dana untuk aktivitas hura-hura ini, dijamin Anda akan kehabisan uang sebelum gajian berikutnya. Tak mau kan kalau harus makan mie instan setiap hari?

Solusinya, pisahkan dana khusus senang-senang saat musim liburan tiba. Jumlahnya juga harus realistis. Jangan karena mau hemat, malah harus nombok atau menjebol isi tabungan guna menutup pengeluaran.

5. Menggunakan Alasan “Setahun Sekali”

Kami tahu Anda telah bekerja keras selama satu tahun dan berhak memanjakan diri. Namun, hati-hati saat menggunakan alasan “kan, cuma setahun sekali”.

Faktanya, orang yang menggunakan alasan ini akan berbelanja lebih banyak dibandingkan yang lain.

Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu

Membuat kesalahan dalam pemakaian uang sekali dua kali adalah wajar, tetapi jika dilakukan setiap tahun sama saja dengan menjerumuskan diri ke jurang kemiskinan. Buatlah prioritas lalu belajar mengenali apa yang Anda butuhkan, bukan inginkan.

Tidak mudah memang mengubah kebiasaan dan pola pikir, tapi jika berhasil melakukannya, siap-siap mendapatkan kehidupan lebih baik!

sumber

 

 

 

 

Tinggalkan komentar Anda