Loyalitas BPR Saudara Kita, Punya Visi menjadi Bank yang Sehat, Besar, Kuat
Publikasi tanggal July 15, 2015 di Info & Aktivitas, Saudara Kita - Cikampek, Slide

koran metropolis 9 juli 2015 

Koran Metropolis Karawang Bekasi Kamis, 9 Juli 2015, halaman 6

Karawang – Di bulan Ramadan ini, BPR ( Bank Perkreditan Rakyat ) Saudara Kita cabang Karawang mengajak nasabah yang loyal untuk buka bersama di Sindang Reret, Rabu (8/7). Dalam acara ini, jajaran Dewan Komisaris, Direktur, dan nasabah nampak akrab.

Dalam buka besama tersebut, juga diinformasikan soal penarikan undian yang akan dilaksanakan dua kali. Yaitu di bulan Maret, dan April sampai September. Undian ini berlaku untuk debitur yang kreditnya tidak telat dengan minimal pinjaman sebesar dua juta rupiah.

Direktur Utama BPR Saudara Kita cabang Karawang Cesar Hasibuan menuturkan, Saudara Kita memiliki visi menjadi BPR yang sehat, besar, dan kuat. Serta memiliki misi menghimpun dana berupa tabungan deposito yang disalurkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat, dengan tujuan profit and value ( laba dan nilai ).

BPR Saudara Kita memiliki dua jenis kredit. Pertama adalah kredit angsuran. Nasabah bisa mengansur dengan pembayaran pokok dan bunga setiap bulan sampai tempo. Kedua adalah kredit berjangka. Nasabah bisa mengansur dengan pembayaran bunga setiap bulan dan pelunasan pada akhir periode atau bulan tertentu sesuai perjanjian.

“Dengan hadirnya BPR Saudara Kita, diharapkan kita bisa membantu perekonomian masyarakat Karawang dalam pemodalan biaya sekolah, dan modal usaha yang dijamin oleh Lembaga Penjamin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tukas Cesar.

Bank yang berdiri pada 16 Juni 1990 ini berkedudukan di Cikampek. BPR Saudara Kita tergabung dalam grup yang sudah tersebar di Jabotabek, dan Jawa Tengah sebanyak 25 cabang. Di Karawang, BPR Saudara Kita dikelola oleh 33 orang tenaga profesional dan kompeten. Mereka juga dibekali sertifikasi profesi.

Saudara Kita cabang Karawang beroperasi pada 26 Maret 2013. Kini, Saudara Kita sudah memiliki kurang lebih tiga ribu nasabah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK). (ded )

Tinggalkan komentar Anda